7.19.2012

Cangkir Kopi




Belakangan ini entah kenapa seakan-akan ada yang jauh lebih menarik daripada kamu.

Dan itu mengerikan buat aku.


Kopi.
Dan berbatang-batang rokok, jauh lebin intens menemaniku dari pada sekedar sederetan huruf, angka dan aksara yang mewakili sebuah kondisi bahwa kamu "Ada" dalam hitungan waktuku.





Aku cukup tau.
Aku cukup paham.
Quality time, trust, faith, whatever...
itu ada.
Ya, ada...
hanya saja itu semacam "full of shit".

Ranjangku dingin.
Selimut membeku.
Dan aku mengigaukan cangkir kopiku.
Bukan lagi namamu.




Sudut menyepi.
Berpikir segala kemungkinan.
190712
di 7.20 pm



7.04.2012

Bertengkar









Aku tak tau, ..

Sejujurnya tak pernah yakin mengetahuinya.

Setiap kali kita berdebat soal komunikasi percintaan kita. Mau-tak mau, sengaja-tak sengaja, ini akan menyisakan tangis untukku. Beberapa tertumpah jatuh di depanmu, sebagainnya kukuras saat kamu tak ada di dekatku.


Ini lucu.


Juga menyakitkan. Saat kamu, aku, kita yang berdiri sendiri-sendiri sering dipercaya orang sebagai tempat untuk sekedar berbagi dan bertanya mengenai suatu hubungan, komitmen dan komunikasi, justru mengalami hal yang serupa dan belum juga mampu memperbaikinya dengan sempurna.

Aku merasa segala advice yang kuberikan pada klienku adalah sekedar isapan jempol yang dahsyat mensugesti mereka. Isapan jempol yang praktik denganmu saja aku berkali-kali gagal di dalamnya.


Percayalah, Sayang..

Aku tak ingin mempertentangkan ini jika kukira ini tidak mengancam kebahagiaan kita, bukan hanya aku atau kamu. Kita.

Bukankah kamu juga “hero” bagi mereka-mereka yang datang padamu, sayang? Lalu mengapa kamu tak juga hadir seperti “kekasih hero” untukku? Mengapa selalu kurasakan begitu susah bagiku untuk sekedar memberitahumu soal ini tak baik untukku dan aku tak menginginkannya agar kita tak berselisih.

Yang perlu sama-sama kita tau,..

Bukanlah pertengkaran yang mampu meluluh lantakkan kasih sayang dalam sebuah hubungan. Tapi bagaimana cara kita berselisih dan bagaimana niatan kita untuk menyelesaikannya, bukan menyudahinya.
Aku mencintaimu, sehingga aku terlalu takut kehilanganmu, karena itu, aku tidak menginginkan pertengkaran-pertengkaran kecil yang seharusnya memperkuat hubungan kita makin menjadikan kita menyelipkan jarak diataranya.



Ingin Pulang padamu.
040712
di 05.18 pm

7.03.2012

Kepada Kamu, ..



Hei sayang...
Kamu yang aku panggil "Love"
Seseorang yang kugantikan namanya dengan "Baby"
Sosok yang aku rindukan dengan panggilan, "Black Coffee"

"Apakah Tuhan sedang salah mengatur waktu hingga kita bersinggungan, bertemu dan jatuh cinta satu-sama lain?"

Apakah kamu membawa namaku dalam Gerejamu, sayang?
Memohon kepada Tuhan kita (yang kau puji dengan caramu) tentang kebahagiaan kita bersama nanti...
Apakah kamu menyebut namaku di depan Jesus-mu, sayang?
Meminta kepada Tuhan untuk segala kebaikan untuk hubungan kita agar berlangsung hingga lebih lama dari sekedar "lama sekali"?

Biar kuberi tau kau satu hal,..
Aku tak tau apakah Tuhan menganggap ini sebagai pembangkangan.
Aku percaya Tuhan baik (Karena itu kita bertemu dan jatuh cinta satu sama lain)
Aku tak henti menyebut namamu, mamamu,papamu dan adikmu yang istimewa
aku meminta Tuhan kita (yang kupuja dengan caraku dalam masjid dan sejadahku) untuk membahagiakan kita semua, dan mengijinkan hubungan kita terikat lebih lama dari sekedar "Sangat Lama"

"Tuhan itu baik sekali...aku percaya Dia mendengar..."



Di kubikal yang baru
selalu merindukan kamu seperti kubikal lama dulu
030712
di 18.31

6.27.2012

Help me, Boo..


Dia tertidur disebelahku. Kami sangat dekat. Bisa kuhabisi jeda jika ia berani memunculkan jarak. Bisa kubunuh kesendirian jika ia berani melahirkan sepi. Aku bisa melihat wajahnya yang pulas. Wajah yang tadinya, ah tidak, bahkan sampai saat ini tak perna bosan kulihat dan kuamati lamat-lamat. Aku membayangkan bisa terus seperti ini bersamanya. Aku menunggunya membuka mata. Apakah aku yang akan pertama kali dilihatnya nanti? Entahlah. Aku hanya ingin menunggunya membuka mata. Aku ingin melihat bagaimana ia terbuai dalam pulas dan bagaimana ia bersemangat membuka mata, yang tak pasti bisa kutemui di setiap hari-hari lainnya.
Aku sangat ingin menyentuhnya. Menyentuh rahangnya yang tegas, menyentuh hidungnya yang khas dengan tonjolan kecil dipuncak, atau bibirnya yang tak pernah sekalipun tak kurindukan. Aku mengagumi sosoknya, entah itu wujud ragawinya atau sekedar suara sarat dari keberadaannya. Aku sangat ingin menyentuhnya. Tapi aku tak berani. Aku tak mau merusak apa yang sedang kunikmati dengan mengusiknya sedikitpun, walaupun memang menahan rasa ini adalah suatu ujian berat untukku. Cengkungan matanya, aku selalu jatuh cinta pada mata sayunya.
Aku membayangkan betapa bahagianya aku jika bisa mengamatinya seperti ini setiap hari, berada di sisinya setiap hari. Bersama-sama dengan dia, adalah sebuah masa depan bagiku, yang akan kutemui dengan sebuah perjuangan sebelumnya.
Ah,..
Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Aneh sekali. Aku merindukan laki-laki yang sedang tidur di sisiku. Soal jarak, soal sendiri, segalanya terpatahkan, tapi soal sepi, aku tak bisa membantu diriku sendiri untuk membetotnya lepas dari segala relung kosong yang berlama-lama melompong di dalam diriku.
“Apa kamu sadar ada jarak dengan dinding yang begitu tebal diantara kita Boo?”
Aku berbisik. Sangat lirih. Berharap hatimu mendengarnya. Aku merapatkan tubuh padamu. Berharap ada sedikit ketenangan yang akan kau alirkan padaku, mengobati banyak kebimbangan dalam diriku. Aku benar-benar merindukan saat-saat dimana kita lepas tertawa dan memuja satu sama lain. Aku merindukan sensasi yang sama ketika kamu menyentuhku. Aku merindukan caramu melihatku dengan khasmu, khas caramu menyiratkan cinta dalam tatapmu.
Aku merasa kamu menemukan sebuah transit. Transit untuk berlindung dari keburukanku dan membagi apa yang selayaknya hanya menjadi milikku. Aku merasakan kau sedang mengiris hatimu sendiri dan membaginya pada seseorang selain aku, yang aku tak tau, mana yang akan kau beri paling besar. Jelas keduanya akan tetap meyakitiku.
“Apa kamu mengingatku dengan cara yang sama Boo?”
Kembali lirih berbisik. Ada sedikit getar dalam dadaku. Segala rasa sakit dan tak enak muncul bercampur. Sesuatu dalam diriku menjerit-jerit dicambuki rasa yang tak bisa diraba arahnya kemana. Sesuatu di dalam diriku meronta-ronta ingin lepas dari perih yang tak bisa diterka dari mana asalnya. Ada nyeri di dada, ada getar di sekujur tubuh, ada air mata yang menyumbat kerongkongan. Mengharuskanku menahan nafas berkali-kali, mengerjap-kerjap, menelan ludah berkali dan meremas selimut. Aku merasakannya tiap malam. Bahkan malam ini ketika kita pun berdampingan.
“Selamatkan aku Boo..”
Getar dan tangis tumpah. Anak-anak sungai mengalir di pipiku, turun membasahi bantalku. Kamu tetap lelap dalam buai malammu.




Help me, Boo..

6.20.2012

Okay, Let's Talk..


Okay. Sometimes refreshing itu penting, dan yang penting-penting itu bisa nyelametin keadaan genting.
Dan saya lagi butuh refreshing anyway, mengingat belakangan sama pasangan suka perang prinsip. Both of us act like 17’s couple. Bertindak seakan-akan baru pacaran sebulan dan nyadar dia begini saya begitu, lalu shock.
Come on dude!
Kita nggak butuh nanya satu sama lain ‘kan, untuk meyakinkan chronological age masing-masing ada di angka berapa?
Dan jeleknya disana.
Terkadang Chronoligical Age itu gak sebanding lurus dengan perkembangan Mental Age, kedewasaan atau maturation kejepit diantaranya. Tinggal diliatin aja, celah yang menghimpit terlampau sempit atau elastis.
Lagi-lagi kedewasaan atau maturation akan diungkit-ungkit dan dihubung-hubungkan dengan sikap dalam suatu situasi.
Kita berdua sama-sama sedang sok dewasa dan mature saat itu. Lalu bisul dalam kepala masing-masing meledak. Lalu sama-sama sibuk dengan persepsi-persepsi masing-masing. Mencari pembenaran akan kesalahan diri.

Come on! We are not 17th teens anymore, baby…
Let’s talk..

Dan apapun lah yah..
Sesibuk apapun aku, aku selalu punya waktu untuk menyelipkan kamu diantaranya.



20.06.12
Kamu perlu tau, 
sometimes aku membencimu
dalam beberapa partisi
PS. I Love You 

6.10.2012

Great Anxiety is ...

Mengamati kamu yang makin hari semakin matang secara fisik, dan (mestinya) semakin kedepan dalam pemikiran, itu seperti sebuah ketakutan sendiri untuk saya.
Yang pertama, saya selalu dalam zona pemikiran insecure saya tentang kamu akan berpaling karena saya nggak menarik dan sebagainya.
Yang kedua karena adanya sebuah fakta yang mendunia, bahwa :

 "Everybody Changing" Saya takut kehilangan kamu.

Terang saja, ... karena kamu begitu pentingnya buat saya.
Bukan karena saya nggak bisa hidup lantaran kamu nggak lagi bersama saya.
Hanya saja saya ogah berpikir hari-hari tanpa kamu setelahnya.
Terlihat hampir sama, but totally different.

Jelas.
Pasti saya tetap akan hidup dan bernafas dengan lancar walau saya tidak didampingi kamu sekalipun.
Nadi saya tetap dialiri darah hangat, jantung saya tetap berdegub, dan bumi tetap berputar pada porosnya tentu saja.

Hanya saja yang paling memungkinkan jika kamu tidak bersama saya adalah kenyataan bahwa,

 "Saya kehilangan salah satu kebahagiaan yang teramat besar dari hari-hari saya"

Dan lagi hitungan hari itu bukan berdiri sendiri.
Ada 24 jam di dalamnya dan 60 menit termasuk detik yang menjelmakannya dalam hitungan waktu yang disebut hari.
 Sayang hanya tak ingin melewatkan 24 jam saya yang berharga tanpa kamu.

 Mungkin gambarannya seperti itu.

 Mengapa?
Sekali lagi alasannya sama.. "Karena saya menyayangi kamu."

Malam ini
100612
19.00 Persis
Saat menanti hujan bosar bercucuran 

5.07.2012

knowledge managemet dahlan iskan

Belakangan ini media sering memberitakan seorang tokoh yang bisa dikatakan cukup controversial. Beliau adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Bapak Dahlan Iskan. Sebelum membahas beliau, mari kita mengulas sedikit biografinya. Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara. Pada mulanya Dahlan Iskan tidak menyukai perusahaan PLN, namun setelah beliau memasuki perusahaan tersebut, beliau menjadi sangat mencintai perusahaan tersebut. Beliau merasa telah menemukan model transformasi korporasi yang sangat besar yang biasanya sulit untuk berubah. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya : bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Bagaimana Dahlan Iskan bisa membuat dan menghasilkan banyak perubahan hampir di semua perusahaan yang dipimpinnya? mari kita bahas kemampuannya dalam mengelola pengetahuan atau Knowledge Management. Scarborough et al (1999) menjelaskan Knowledge Management sebagai serangkaian proses atau tindakan untuk membuat, memperoleh, menangkap, berbagi dan menggunakan pengetahuan dimanapun berada, untuk meningkatkan pembelajaran dan kinerja di organisasi. Scarborough dan Carter (2000 dalam Armstrong, 2010) menjelaskan bahwa manajemen pengetahuan merupakan upaya manajemen untuk secara aktif membuat, berkomunikasi dan mengeksploitasi pengetahuan sebagai sumber daya dalam organisasi. Blake (1988 dalam Armstrong, 2010) mengatakan, tujuan dari Knowledge Management adalah untuk menangkap keahlian kolektif perusahaan dan mendistribusikannya kemanapun hingga dapat mencapai hasil yang terbesar. Selama hampir enam bulan kepemimpinannya, Dahlan Iskan tidak pernah menduduki meja kerja Dirut PLN. Beliau tidak memerlukan meja, ia lebih sering menjadikan ruang rapat sebagai ruang kerjanya. Beliau memotivasi semua karyawan untuk berani mengeluarkan ide, menampungnya serta memfasilitasi ide serta memberikan tanggung jawab penuh untuk merealisasikan ide mereka. Beliau tidak pernah memeriksa surat masuk, karena menurutnya karyawan PLN terdiri dari orang-orang yang cerdas, jadi ia tidak lebih paham dibandingkan dengan karyawannya. Sehingga yang beliau lakukan adalah mengorganisir surat tersebut agar dapat sampai ketangan yang mampu untuk menyelesaikan. Dahlan Iskan menjadikan lapangan sebagai sarana belajar dan komunikasinya. Beliau tidak segan untuk turun dan meninjau langsung lokasi-lokasi yang bermasalah, serta mewawancarai secara langsung karyawan dilapangan untuk kemudian dirundingkan pemecahannya. Yang menarik dari periode kepemimpinan Dahlan di PLN adalah pembuatan CEO note untuk semua karyawan di PLN sebagai sarana motivasi. CEO note ini berfungsi sebagai sarana komunikasi tidak langsung antara pimpinan dan karyawan seluruh PLN di Indonesia. Gaya bahasa dalam CEO note yang jenaka namun sarat makna ini tidak memuat suasana menggurui. Semua tulisan itu berisi suka duka Dahlan dan semua jajaran pegawai PLN dalam pengambilan keputusan dan kinerja. Jadi sebenarnya dalam CEO note yang dimuat dalam buku “Dua Tangis Ribuan Tawa” ini memuat bagaimana cara-cara meningkatkan kualitas perusahaan PLN. Disana terlihat adanya komunikasi yang lugas dan blak-blakan dari pimpinan dengan karyawan. Gambaran tantangan dan keberhasilan selama menjabat Dirut PLN bersama para karyawannya bisa menjadi sumber inspirasi bagi karyawan dan pimpinan pasca Dahlan Iskan. Selain itu masyarakat luas juga bisa mengakses buku dan bolg pribadi beliau untuk menggali pengalaman. Pembuatan CEO note ini sesuai dengan penjelasan Hansen et al (1999) mengenai strategi Knowledge Management. Hansen et al membagi strategi Knowledge Management menjadi dua. Yang pertama The codification strategy, dimana pengetahuan di kodifikasikan dan disimpan dalam data base sehingga dapat diakses dan digunakan dengan mudah oleh siapa saja di organisasi. Yang kedua adalah personalization strategi, dimana pegetahuan di kembangkan dan di share langsung ke individu. Dahlan Iskan mampu menjawab semua yang dianggap tidak mungkin dalam kepemimpinan sebelum kepemimpinannya. Dengan pembuatan CEO note ia dapat membagi ide dari pimpinan ke karyawandemi mencapai tujuan bersama. DAFTAR PUSTAKA Armstrong, M. (2010). Armstrong’s Essentials Human Resource Management Practice. London: Kogan Page.Iskan, Dahlan. (2011). Inikah Kisah Kasih Tak Sampai? Diakses pada 05 Mei2012 dari http://www.pln.co.id/?p=3947 Profil Dahlan Iskan. Diakses pada 05 Mei 2012 darihttp://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/ Suprapto, Hadi & Kurniawan, Iwan. (2011). Kiat Sukses Dahlan Iskan PimpinPLN . Diakses pada 05 Mei 2012 darihttp://bisnis.vivanews.com/news/read/263885-kiat-sukses-dahlan-pimpin-pln http://bisnis.vivanews.com/news/read/263885-kiat-sukses-dahlan-pimpin-plnhttp://bisnis.vivanews.com/news/read/263885-kiat-sukses-dahlan-pimpin-plnhttp://dahlaniskan.wordpress.com/profil-dahlan-iskan/http://www.pln.co.id/?p=3947